Review Novel Bidadari Untuk Dewa

Judul: Bidadari Untuk Dewa
Penulisnya: Asma Nadia
Penerbit: KMO Publishing
Tahun: 2017
Tebal: 525 halaman
ISBN: 978 602 50441 06

Dewa Eka Prayoga, begitu nama yang diberikan ibundanya. Sang ibu menyukai mitologi dewa-dewi, karena itu ia menamakan anaknya dengan nama Dewa. Ia berharap anaknya seperti Hercules, manusia setengah Dewa, yang kuat Dan mampu menghadapi semua permasalahan hidup.

Ujian Dewa dalam hidup memang bertubi-tubi. Pertama, ia ditipu oleh sahabatnya sendiri yang juga seorang ustadz, orang yang sangat ia percaya bisa amanah ketika Dewa berinvestasi bisnis padanya. Hal ini menyebabkan Dewa berhutang nyaris sebanyak 8 miliar!

Kedua, Dewa tergoda oleh sosok perempuan  yang mengingatkannya pada cinta pertamanya semasa SMA. Padahal Dewa sudah memiliki istri. Perempuan tersebut sempat juga mengancam Dewa agar mau menikahinya.

Ujian ketiga, adalah ibunya yang Tak suka dan tidak akur dengan menantunya, istri Dewa. Ibu mengangap istrinya hanyalah pembawa sial yang hanya mau mengambil harta Dewa. Seringkali ibu melontarkan kata-kata kurang pantas Dan menyakitkan pada menantunya itu.

Ujian selanjutnya, adalah sakit langka yang dialami Dewa yaitu sakit GBS (Guillain Barre Syndrome), penyakit yang disebabkan oleh penyimpangan imunitas. Selama beberapa waktu Dewa mengalami koma lalu hanya bisa berkomunikasi dengan menggunakan isyarat mata.

Dewa beruntung, selama menjalani ujian itu, ada seseorang berhati bidadari yang selalu setia menemani di sampingnya dan Tak henti mendoakannya. Bidadari itu adalah Haura, istri tercintanya.

"Allah memberi sebentuk cinta agar makhluk-Nya menjadi hamba yang semakin kuat. Haura menyaksikan berapa banyak yang telah dilewati Dewa. Dan setiap Kali lulus, ia menjadi pribadi yang lebih baik Dan bijak" (halaman 440).

Review Novel Bidadari untuk dewa

***

Bidadari Untuk Dewa adalah sebuah novel yang ditulis berdasarkan kisah nyata tokoh utamanya. Penulisnya, Asma Nadia, sudah menulis banyak buku Dan bahkan sebagian bukunya pernah diangkat ke layar lebar maupun sinetron. Misalnya saja, Emak Ingin Naik Haji, Jilbab Traveller, Catatan Hati Seorang Istri, Dan lain-lain.

Sebagaimana buku Asma lainnya, novel ini sarat dengan hikmah. Ada nasihat yang disampaikan pada pembaca, baik langsung maupun Tak langsung. Keikhlasan istri dalam mendukung suami adalah salah satunya.

"Menikah dengan ayah adalah pilihan bunda. Jadi apapun yang terjadi, baik, buruk, bagus, kurang bagus, harus diterima sebagai satu paket. Bahagia tidak bahagia. Masak mau membersamai pas bahagia lalu meninggalkan ketika episode duka muncul?" (halaman 501)

Buku ini cukup tebal. Tapi, yakin deh bisa menyelesaikannya dengan cepat, soalnya bahasanya cukup ringan. Buku ini tepat untuk mereka yang mencari hiburan atau bacaan yang bisa menginspirasi dan memotivasi hidup.


Comments

  1. Beneer, Mba. Saya aja sehari kelar. Tiap bagiannya bikin penasaran pengen ngelanjutin.

    ReplyDelete
  2. Wah ini buku biografinya Dewa Eka Prayoga ya. Saya sudah baca beberapa buku beliau tentang copywriting sampai buku bisnis.

    ReplyDelete
  3. Beberapa teman ngobrolin buku ini. Unik, biografi tapi dinovel-kan. Saya belum punya dan jadi lebih ngeh dengan isinya. Thanks, Mbak :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Blogtour dan Giveaway] Departemen Hati

Cerita-cerita Tentang Cinta Lingkungan

Giveaway Buku Anak “Menggapai Mentari”